Menjaga kebersihan dr covid19 kelas 2a kelompol 1
Assalamualaikum bp
Absen tgl 31 Maret 2020
Kelompok 1.
6. Anugrah Arya Pratama (hadir)
7. Azelia Nur Zhafira (hadir)
14. Kenzo Naufal (hadir)
20. Panji Imam Pratama (hadir)
21. Rahel Aulia Pransiska
26. Sydney L (hadir)
Waalaikum salam
Berikut hasil poster2 kelompok 1
DAFTAR PENERIMA KJP TAHAP 1 TAHUN 2020
DAFTAR PENERIMA KJP YANG TELAH DI SETUJUI
DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DKI JAKARTA
SDN PONDOK BAMBU 14 PAGI
Olahraga bukan hanya dilakukan untuk usia anak-anak
Olahraga bukan hanya dilakukan untuk usia anak-anak, tetapi orang tua juga bisa bersinergi bersama meyakinkan anak-anak bahwa sehat itu kita bentuk lewat diri kita sendiri. Dengan bersinergi nya antar orang tua dan murid,semakin banyak yang sadar bahwa adanya pembelajaran home learning dapat memunculkan sikap positif yaitu kedekatan antar orang tua dengan anaknya.
Kehangatan antara orang tua peserta didik dan anaknya lewat pembelajaran olahraga online SDN Pondok Bambu 14 pagi
Kehangatan antara orang tua peserta didik dan anaknya lewat pembelajaran olahraga online SDN Pondok Bambu 14 pagi
HOME LEARNING KELAS 6 B
HOME LEARNING
KELAS 6 B
SDN PONDOK BAMBU 14 PAGI
Kreativitas Peserta Didik kelas VI B, memanfaatkan aplikasi CANVA dalam kegiatan Home Learningnya, yang berisikan tentang Video Poster-poster pencegahan pandemi Covid-19, yang ditugaskan oleh Bapak Zulkarnain Wahab, S.Pd. selaku Guru kelasnya. beliau berharap seluruh Peserta Didik SDN Pondok Bambu 14 Pagi dapat melakukan pencegahan seperti poster-poster video yang telah di buat diatas.
1. Jaga diri anda dan keluarga anda.
2. Rajin Olahraga dan Istirahat Cukup.
3. Jika memakai Masker maka anda harus tau cara menggunakannya dan buang di tempat yang benar
4. Cucilah tangan sesering mungkin supaya terbebas dari kuman.
5. Lakukan Pola Hidup Sehat.
6. Tingkatkan Vitamin C dan B.
semoga kita semua dapat terhindar dari Pandemi Covid-19 ini.
#SDNpondokbambu14pagi
#StopPenyebaranKuman
#YakinEsokSukses
1. Jaga diri anda dan keluarga anda.
2. Rajin Olahraga dan Istirahat Cukup.
3. Jika memakai Masker maka anda harus tau cara menggunakannya dan buang di tempat yang benar
4. Cucilah tangan sesering mungkin supaya terbebas dari kuman.
5. Lakukan Pola Hidup Sehat.
6. Tingkatkan Vitamin C dan B.
semoga kita semua dapat terhindar dari Pandemi Covid-19 ini.
#SDNpondokbambu14pagi
#StopPenyebaranKuman
#YakinEsokSukses
Bentuk imunitas tubuhmu mulai dari sekarang
#Stay healthy
#Stay at home
Bukan sekedar hastag,melainkan anjuran untuk tetap dirumah menjaga diri,keluarga dan orang yang kita sayangi memiliki banyak kesempatan waktu bersama keluarga.
Dengan kegiatan pembelajaran online PJOK,kalian bisa loh membentuk imunitas tubuh kalian agar terhindar dari berbagai macam virus,dengan begitu kalian bisa mengajak serta anggota keluarga kalian untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran online PJOK SDN Pondok Bambu 14 pagi di kelas VI. Bukan sekedar video yang kalian buat,tapi olahraga itu harus dilakukan sesering mungkin loh,karena dalam olahraga banyak manfaat nya bagi tubuh.
#stayathome
#stayhealty
#kelas6B
#ayolahraga
Tentang Virus Corona
Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.
Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.
Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Gejala Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.
Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius)
Batuk
Sesak napas
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.Kapan harus ke dokter
Segera ke dokter bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau berinteraksi dengan penderita infeksi virus Corona.
Bila Anda mungkin terpapar virus Corona namun tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.
Alodokter juga memiliki fitur untuk membantu Anda memeriksa risiko tertular virus Corona dengan lebih mudah. Untuk menggunakan fitur tersebut, silakan klik gambar di bawah ini.Cek Risiko Infeksi Virus Corona
Penyebab Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan
Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.
Diagnosis Virus Corona
Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul.
Uji sampel darah
Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak (tes PCR)
Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru
Pengobatan Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:
Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup
Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh
Komplikasi Virus Corona
Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius berikut ini:
Pneumonia
Infeksi sekunder pada organ lain
Gagal ginjal
Acute cardiac injury
Acute respiratory distress syndrome
Kematian
Pencegahan Virus Corona
Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung (social distancing).
Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.
Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
Periksakan diri ke dokter hanya bila Anda mengalami gejala gangguan pernapasan yang disertai demam atau memenuhi kriteria PDP (pasien dalam pengawasan).
Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.
Apabila Anda ingin mendapatkan lebih banyak informasi tentang gejala, pencegahan, dan fakta tentang virus Corona, silakan download aplikasi Alodokter di Google Play atau App Store. Melalui aplikasi Alodokter, Anda juga bisa chat langsung dengan dokter dan membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit.
Sponsored by:
Terakhir diperbarui: 22 Maret 2020
Ditinjau oleh : dr. Merry Dame Cristy Pane
Referensi
Sumber:
Hak Cipta © 2020 Alodokter
Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.
Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Gejala Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.
Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius)
Batuk
Sesak napas
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.Kapan harus ke dokter
Segera ke dokter bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau berinteraksi dengan penderita infeksi virus Corona.
Bila Anda mungkin terpapar virus Corona namun tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.
Alodokter juga memiliki fitur untuk membantu Anda memeriksa risiko tertular virus Corona dengan lebih mudah. Untuk menggunakan fitur tersebut, silakan klik gambar di bawah ini.Cek Risiko Infeksi Virus Corona
Penyebab Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan
Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.
Diagnosis Virus Corona
Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul.
Pengobatan Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:
- Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
- Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
- Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup
- Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh
Uji sampel darah
Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak (tes PCR)
Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru
Pengobatan Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:
Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup
Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh
Komplikasi Virus Corona
Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius berikut ini:
Pneumonia
Infeksi sekunder pada organ lain
Gagal ginjal
Acute cardiac injury
Acute respiratory distress syndrome
Kematian
Pencegahan Virus Corona
Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung (social distancing).
Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.
Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
Periksakan diri ke dokter hanya bila Anda mengalami gejala gangguan pernapasan yang disertai demam atau memenuhi kriteria PDP (pasien dalam pengawasan).
Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.
Apabila Anda ingin mendapatkan lebih banyak informasi tentang gejala, pencegahan, dan fakta tentang virus Corona, silakan download aplikasi Alodokter di Google Play atau App Store. Melalui aplikasi Alodokter, Anda juga bisa chat langsung dengan dokter dan membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit.
Sponsored by:
Terakhir diperbarui: 22 Maret 2020
Ditinjau oleh : dr. Merry Dame Cristy Pane
Referensi
Sumber:
Hak Cipta © 2020 Alodokter
KOMITE SDN PONDOK BAMBU 14 PAGI
KOMITE SDN PONDOK BAMBU 14 PAGI
Awal terbentuknya komite SDN Pondok Bambu 14 Pagi dilandasi oleh Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 75 Tahun 2016, dan di sahkan dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah Nomor : 109/-1.851.2. pada tingkat satuan dapat dibentuk komite sekolah atas prakarsa masyarakat. UUSPN No 20 tahun 2003 pasal 56 ayat 3 menyatakan bahwa komite sekolah, sebagai lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Jadi, komite sekolah harus mampu meyakinkan orang tua, pemerintah setempat, dunia usaha, dan masyarakat. pada umumnya bahwa sekolah itu dapat dipercaya. Dengan demikian, sekolah pada tataran teknis perlu mengembangkan kemampuan menganalisis biaya sekolah yang berkorelasi signifikan terhadap mutu pendidikan yang diperolehnya.


Saat ini Komite SDN Pondok Bambu 14 Pagi sedang menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah ( PMTAS) yaitu program Pemerintah yang harus dilaksanakan oleh seluruh Jajaran Komite Sekolah, dimana setiap harinya Komite yang sudah di jadwalkan untuk memberikan Makanan Tambahan tersebut di SDN Pondok Bambu 14 Pagi selalu datang di pagi hari hanya untuk menjalankan Program tersebut demi memajukan SDN Pondok Bambu 14 Pagi.
"Sungguh Mulianya tugas mereka, hingga mereka merelai tenaga,waktu serta fikiran demi kesehatan seluruh peserta didik SDN Pondok Bambu 14 Pagi, yang tugas mereka berawal hanya dari mengantar anak ke sekolah setelah itu pulang dan sibuk untuk urusan rumah mereka sendiri, tapi dengan semangat serta keikhlasan hatinya, mereka melaksanakan tugas yang sudah menjadi tanggung jawab mereka."
Tetap Semangat, Komite SDN Pondok Bambu 14 pagi
HOME LEARNING "BELAJAR SERU TANPA BATAS"
KELAS I A - SUTARTI
KELAS I B - NURDIANAWATI
KELAS II A - HERLINA UTAMI
KELAS II B - RAKHMAWATI
KELAS III B - JUMIAH YANTI IRMAYANTI
KELAS IV A - NOVA NUR RIZKIA
KELAS IV B - RIA LUMBAN RAJAGUKGUK
KELAS V - SYERLY MANARATA
KELAS VI A - CHRISNA DEWI ASTUTI
KELAS VI B - ZULKARNAIN WAHAB
PENJASORKES - KAMIL SYECHABUDIN
HOME LEARNING TENAGA PENDIDIK
SDN PONDOK BAMBU 14 PAGI
Home Learning merupakan sebuah upaya pembelajaran Online yang menghubungkan orangtua, anak dan sekolah, sehingga orangtua dapat berkontribusi terhadap proses pembelajaran peserta didik melalui Home Learning ini. Metode home learning secara garis besar mengulas konsep mendidik anak berbasis rumah atau keluarga. Saat ini, tantangan dunia pendidikan di era digital adalah mau tidak mau membuat orang tua harus membuka diri dan mengubah paradigma untuk memahami pendidikan modern abad ke-21. With schools closed across the country in response to the COVID-19 pandemic.
Jum'at, 27 Maret 2020
HOME LEARNING PENJASORKES
Pembelajaran olahraga online PJOK KELAS VI SDN Pondok Bambu 14 pagi,memberikan upaya kepada peserta didik untuk selalu menjaga kesehatan dengan cara berolahraga,tidak harus keluar dari rumah,bisa dilakukan dengan olahraga dirumah mengikuti anjuran dari pemerintah,karena pada dasarnya anak-anak butuh banyak gerak menghadapi jaman global dan milenial ini,agar imunitas tubuh tetap terjaga lewat olahraga kekuatan otot.
SEHAT SELALU UNTUK :
Seluruh Tenaga Pendidik dan Kependidikan SDN Pondok Bambu 14 Pagi
Seluruh Peserta Didik SDN Pondok Bambu 14 Pagi
Seluruh Komite beserta Jajaran SDN Pondok Bambu 14 Pagi
Seluruh Orang Tua Peserta Didik SDN Pondok Bambu 14 Pagi
Selamat Menjalankan Home Learning dan Work From Home
#Stayathome
#Stayhealty
#We Miss You All SDN Pondok Bambu 14 Pagi
Pengisian Instrumen EDS SDN Pondok Bambu 14 Pagi















Murid Sekolah Dasar Negeri Pondok Bambu 14 Pagi, sudah mulai belajar mengenal komputer. Hal ini diterapkan sebagai salah satu persiapan untuk kejenjang pendidikan selanjutnya.
Kepala SDN Pondok Bambu 14 Pagi, mengatakan pengenalan TIK dengan cara pengisian Evaluasi Diri Sekolah tersebut menjadi salah satu pembelajaran dalam pengenalan Komputer. Khususnya untuk siswa kelas V dan VI,
"Hal ini mengingat kebutuhan teknologi pada pelajar, seperti ujian sekarang mayoritas sudah berbasis komputer. Dan untuk itu kita sudah ajarkan murid mengenal perangkat komputer atau dasar-dasarnya dulu,"



































